A circle is that circle and no other
A rectangle is the particular rectangle derived through the relationships of its sides
Geometri dan Arsitektur
Garis dan bidang dapat dideskripsikan dengan dua cara, yaitu melalui cara matematik dan melalui bentuk geometrik. Melalui cara matematik, bentuk, garis dan bidang terbentuk melalui sistem koordinat, sehingga untuk membuat bentuk tertentu, dimerlukan rumus-rumus dan hasil yang 100% tepat. Bentuk, garis dan bidang juga dapat terwujud tanpa melalui rumus-rumus eksak matematika, yaitu dengan menggunakan instrumen-instrumen geometri yang sudah ada. Kita tidak memerlukan hitungan yang 100% tepat untuk mengetahui bentukan bola atau lingkaran. Begitu juga dengan kubus, balok dan persegi panjang.

Dengan adanya bentuk-bentuk geometri kita dapat:
Menyusun bentukan-bentukan geometris dengan mudah
Mendeskripsikan bentuk secara tepat
Semua orang bisa menikmati bentuk-bentuk geometris yang mutlak dan sempurna
Memberi kita bentuk-bentuk yang siap untuk digunakan dan bisa diolah sedemikian rupa dengan bermacam-macam cara
Bentuk geometri terdiri dari dua jenis, yaitu bentuk geometri yang telah terdefiniskan dan bentuk geometri bebas. Bentuk geometri bebas adalah bentuk-bentuk yang dibuat secara bebas, bisa dengan mengutak-atik bentuk yang sudah ada atau bisa juga dengan membuat bentukan baru yang belum terdefinisikan sebelumnya.

Bentuk-bentuk geometri sendiri digunakan sebagai instrumen dalam merancang sebuah karya arsitektur. Dengan bentuk-bentuk geometri sebagai instrumen untuk merancang, arsitek memiliki alat untuk menyampaikan pesan yang hendak disampaikannya melalui karya-karya arsitektur. Salah satu karya arsitektur yang dibahas di sini adalah Kamakura House yang dirancang oleh Foster and Partners Consultant.

Kamakura House dan Bentuk Geometri
Kamakura House berada di kota kecil, satu jam ke arah selatan dari Tokyo. Bangunan ini berada di lingkungan yang kaya akan bangunan-bangunan bersejarah. Di antaranya terdapat reruntuhan kuil Shinto. Selain itu juga terdapat tempat pembuatan pedang Samurai pada abad ke-11. Di sekitar site tempat Kamakura House berdiri terdapat hutan dan jurang, sebuah kondisi alam yang masih asli dan natural. Kamakura House dirancang untuk kolektor Buddhism art. Bangunan ini digunakan sebagai tempat retreat (tempat untuk menyepi). Rumah ini terdiri atas paviliun memanjang, ruang besar multi fungsi, dan tempat tinggal. Kamakura House merupakan perwujudan dari aransemen bentukan geometri garis lurus, bidang persegi dan balok.

Arsiteknya menyatakan desain bangunan ini didasarkan atas kepercayaan orang Jepang, yaitu penyatuan antara alam dengan bangunan buatan manusia akan melahirkan keindahan. Di sini penyatuan dengan alam diwujudkan pada olahan bentukan geometri yang berkesan simple dan unite. Kesederhanaan diwujudkan melalui susunan bentuk-bentuk geometri yang berkesan simple berupa bidang persegi dan balok. Selain mudah dikenal, bentuk persegi dan balok memiliki kesan yang sederhana dan lugas. Karakter sudutnya yang tegak lurus mudah disatukan membentuk karakter yang unite.



Interior Kamakura House
Penggunaan bentuk geometri bidang persegi dan balok juga diterapkan pada interior Kamakura House. Berikut ini adalah interior living room:


Pada interior lorong menuju Sang Buddha, lantai dari kayu menghasilkan bidang persegi dan garis antar bidang. Plafon menggunakan konfigurasi garis horizontal kiri-kanan menyatu dengan pola lantai. Dinding keramik cetak juga menghasilkan bidang garis dan bidang persegi yang berkarakter masif serta tegas. Dengan tambahan lampu menghasilkan kesan cahaya-cahaya kecil sebagai penerang perjalanan menuju Sumber Cahaya; Yang Tercerahkan (Buddha). Background dari patung Buddha juga merupakan olahan geometri berupa bidang memanjang dan garis antar bidang. Semuanya berpadu mewujudkan suasana yang tenang dan berkarakter, baik selama perjalanan maupun ketika telah mencapai pencerahan. Ketenangan mewujud pada komposisi bidang geometri garis lurus yang saling tegak lurus dan bidang persegi pada interior lorong tersebut.
Geometri dan Kreativitas
Bentukan-bentukan geometri dengan karakter dan "rasa" yang dimilikinya merupakan instrumen yang berharga bagi arsitek dalam merancang sebuah karya arsitektur. Olahan-olahan geometri yang dirancang oleh arsitek dapat mewakili pesan yang ingin disampaikannya. Bentuk dam karakter geometri adalah anugrah alam sehingga memungkinkan bagi arsitek untuk mendapat inspirasi darinya. Sumber ide ada di manapun kita berada.
Bacaan
Antoniades, Anthony. C. Poetics of Architecture. Van Nostrand Reinhold, New York,1992
www.fosterandpartners.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar